Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Buah. Show all posts

Thursday, October 3, 2013

MANGGA atau POHON BUAH LAINNYA AGAR CEPAT BERBUAH



Pohonnya Kecil Tapi Bakal Buanya Luar biasa ..Lebat sekali



Bagaimana supaya Pohon Mangga, Rambutan dan jenis lainnya cepat berbuah...?


Ini Syarat Utama (catat) : Beli yang cangkokan paling cepat berbuah karena mendapat sifat dari induknya, jadi mirip kloning induknya tapi dibuat miniaturnya.  akan tetapi ..........
KALAU TIDAK BISA BERBUNGA DAN BERBUAH LAKUKAN/PRAKTEKKAN DENGAN TERORIKU BERIKUT INI  berdasarkan pengalaman langsung : .......



sekarang sudah sebesar salak

Cara 1
Keluarkan Getah Pohon Mangga sebanyak-banyaknya dengan membuat Sayatan selebar 2cm melingkar pada batang pohon Mangga atau pohon buah lainnya, lakukan sayatan seperti kalau kita mau mencangkok, sehingga getahnya banyak yang keluar, SAYAT & KUPAS batang pohon tersebut selebar 2-3 cm melingkar diatas permukaan tanah 5cm.


DIJAMIN pasti lebat buahnya... TAPI INGAT!!!
Mangga adalah buah musiman, jadi buat guratan melingkar pada batang pohon pada saat musim Mangga (saat ini anda bisa mencoba karena tepat musimnya bulan Juli Agustus ....cobalah segera ....... Insya'Allah dalam kurun waktu 2 (dua) minggu muncul bunganya sesuai pengalamanku yang tidak aku sengaja.
Setelah itu disekitar pohon tersebut dibuatkan kubangan melingkar diameter 1 Meter untuk menampung air, setelah dua hari timbun sayatan tersebut dengan tanah setelah getah sudah banyak yang keluar. dan jangan lupa dipupuk juga dengan pupuk organik or unorganik (pupuk kimia/NPK) atau jenis lainnya yang untuk bunga/bakal buah, bisa ditanyakan pada toko yang jualan pupuk disekitar rumah anda.


 FAKTA MEMBUKTIKAN..

Bakal Buah
Sebetulnya Hal ini saya lakukan dengan tidak sengaja karena awal mulanya/tujuan utama saya waktu itu mau mencangkok pohon tersebut sebanyak 2 batang, seminggu kemudian  batang yang mau saya cangkok batangnya tumbuh bunga, sedangkan batang lainnya tidak berbunga, nggak jadi dech dicangkok... akhirnya saya coba sayatan di batang paling bawah pada pohon tersebut sekitar 3-5 cm diatas permukaan tanah... WOW wow wow LUAR BIASA, setelah kurun waktu 2 (dua) minggu lamanya, LUAR BIASA SEKARANG BUNGANYA dan sudah menjadi bakal buah, padahal POHON MANGGA ini sudah EMPAT TAHUN lebih tidak pernah berbuah..... sejak TIGA TAHUN YANG LALU HANYA sekali saja berbuah ... Alhamdullilah sekarang mulai berbunga dan akan berbuah kembali.
 

Bakal Buah yg tumbuh subur
Cara 2
Kira-kira
3-5cm dari permukaan tanah, batang utama dibor dengan diameter sebesar pensil. INGAT..... , bor ini sampai tembus ya, kemudian diisi dengan kayu atau pensil kayu. atau sayatan bambu dibentuk bulat panjang.
Pada prinsipnya ini sama dengan membuat guratan tadi, tapi lebih effisien, karena cairan akan keluar dari tekanan akar yang lebih daripada guratan. Ini menstimulasi kembang / bunga.

 

CARA LAIN,  
Pohonnya dipaku. Tusuk POHON DENGAN PAKU dan biarkan disitu. 
Selain batangnya dilukai (kurang efektif hasilnya), bisa juga dipupuk NPK sebulan sekali pupuknya dibenamkan di tanah dengan jarak sekitar 20 cm dari batang utama, dengan kedalaman sekitar 10 cm, lalu disiram air agar pupuk cepat diserap tanaman. dan dibuatkan kubangan melingkar dibatang/pohon tersebut untuk menampung air.
Sedang berbunga, Sebagian sudah menjadi bakal buah

SELAMAT MENCOBA........ 
LAKUKAN PADA POHON YANG JARANG BERBUAH .. SEBAGAI BUKTI BAHWA TEORI INI BENAR DAN TELAH TERBUKTI .... emang sudah terbukti di halaman rumahku ..... 2 pohon Manggaku MANALAGI dan MANGGA GADUNG sedang berbunga lebat, sekarang bakal buahnya sudah sebesar biji kacang ...... yang mana pohon ini sudah hampir 4 tahun TIDAK PERNAH berbuah sama sekali ......SEKARANG tinggal menunggu hasilnya ....

tumbuh bakal buah Mangga Gadung
disekitar pohon bikin kubangan berbentuk lingkaran 
untuk menampung air


Rahasia Agar Tanaman Berbuah Sepanjang Tahun

Rahasia memunculkan buah-buahan di luar musimnya hanya diketahui oleh sedikit orang. Padahal sangat banyak orang yang sangat ingin mengetahui teknologi ini, termasuk Anda. Dari sedikit orang yang tahu rahasia tersebut, hanya sebagian kecil yang mengerti persis teknologi ini dan menerapkan­nya dengan tepat. Banyak kejadian setelah pohon berhasil dibuahkan dengan lebat, tapi kemudian pertumbuhannya merana bahkan mati. Rahasia ini akan bagikan agar pohon buah dan pekebun yang menjadi “korban” dapat dikurangi. Berikut ini “rahasia” tersebut dipaparkan.
Teknologi memunculkan buah di luar musim, disebut teknologi off-season. Tujuan teknologi ini ada dua yaitu, pertama adalah murni motif ekonomi yang ditujukan untuk menaikkan harga komoditas buah-buahan jauh lebih tinggi dibandingkan ketika dalam mu­simnya -on season. Tujuan kedua lebih idealis, pada aplikasi kebijakan peme­nuhan pangan buah-buahan masyarakat agar tersedia sepanjang tahun. Komoditas buah-buahan yang sudah teruji berhasil dalam penerapan teknologi off-season adalah: lengkeng, durian, mangga, apel, jeruk dan jambu air.
Tujuan aplikasi teknologi off-season pertama -motif ekonomi­- dilakukan ber­kaitan dengan erat dengan karakteris­tik produk komoditas agobisnis yang berbeda dengan komoditas lainnya. Produk agro­bisnis mudah sekali rusak, mempunyai bio-massa besar, memerlukan tempat luas untuk gudang dan transpor, hasil pro­duknya beragam/multi grade (Gumbira, 2001). Dimana jika sedang panen raya -on-season, buah-buah seperti tidak ada harganya, terjual dengan harga sangat murah. Sedang jika tidak sedang musim, buah dengan kualitas dan kuantitas yang sama dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal. Contoh konkretnya ada pada komoditas mangga, jeruk dan durian
Fenomena menarik yang berhu­bungan dengan Penjaminan Mutu Pangan (Food Safety), terjadi dalam bisnis buah-buahan, contohnya pada saat tidak musim Jeruk Lokam atau Ponkam dengan  mutu yang sangat buruk (off-grade) tetap habis diserbu pembeli. Dengan buah bisa dibu­ahkan sepanjang musim, maka keterse­diaan buah akan merata sepanjang tahun dengan jumlah yang cukup. Sehingga konsumen tetap memperoleh buah ber­mutu baik dengan harga wajar.
Bagi orang yang sudah mengetahui teknologi off-season, hal ini merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Namun seringkali untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya teknologi ini tidak diterapkan dengan bijak, apalagi jika yang menerapkan adalah klan peda­gang -pengijon, tengkulak dan pem­borong. Satu contoh penerapan teknologi yang tidak bijak banyak terjadi pada perkebunan mangga rakyat di Rembang, Ngawi, Situbondo, Probolinggo dan Pasuruan. Dimana jauh sebelum musim mangga mulai para pengijon sudah mendatangi petani/pekebun mangga, mereka mengontrak -mengijon mangga lebih tinggi dari harga pasaran biasa, petani senang bukan kepalang, keun­tungan besar dalam benaknya.
Kemudian setelah deal, para peng­ijon mengaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT), yang menghentikan fase vegetatif dan memunculkan fase generatif bunga dan buah. Biasanya dengan aplikasi ZPT buah mangga akan berbuah maju dua  bulan sebelum musimnya dan berbuah amat sangat lebat. Pengijon untung besar, karena selain harga mangga berlipat-lipat, kuantitas produksi mangga juga berlipat-lipat. Petani berpandangan bahwa Peng­ijon sedang beruntung -tiba beja, bahasa Jawanya- karena anugrah alam. Petani baru sadar ketika sehabis panen pohon-pohon mangganya tidak segera pulih dengan tumbuh pupus dan tunas baru. Pohon mangganya semakin hari semakin merana, daunnya banyak yang mengering, gugur atau mengeriting, dahan ranting mengkerut dan mudah patah (getas), daya tahan tanaman lemah (mudah terserang hama dan penyakit), dan tak jarang panen tersebut menjadi adalah panen terakhir karena pohon tersebut akhirnya mati.
Berbagai Teknologi Off-season.
Sebenarnya pada jaman mbah-mbah kita dulu teknologi off-season ini sudah diterapkan, antara lain tapi dengan cara mekanis antara lain dengan cara:
  1. Kerat : Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon).
  2. Pruning : Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  3. Pelukaan : Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
  4. Pengikatan : Mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.
  5. Stressing air : Tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Kelima teknologi off-season konven­sional ini, pada prinsipnya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) -C/N ratio- dalam tubuh tanaman. Cara konvensional ini mem­punyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas, ya berhasil tapi kalau tidak pas ya ga­gal. Dalam ber­budidaya cara konvensional ter­sebut tidak dire­komen­­­dasikan, karena selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis.
(Baca artikel ter­kait: Bagaimana C/N rasio Menen­tu­kan Pembungaan)
Cara terkini yang terukur dan paling ba­nyak dipilih adalah dengan menggu­nakan agro-chemical, beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT). Pada prinsip­nya tek­nologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif -bunga dan buah (Unggul Su­roso, 2008).
Tanaman yang ingin dibuahkan di luar musim harus memenuhi tiga prasyarat penting, yaitu :
  • Tanaman sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Tanaman sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  • Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif dalam bahasa Jawa disebut mepet (huruf vokal e dibaca seperti pada kata: pedang). Ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Pengaplikasian ZPT
Pada dasarnya, setiap sub-familia tanam­­an mempunyai ZPT yang berbeda-beda, walaupun ada ZPT yang bisa memberikan pengaruh pembungaan yang signifikan pada beberapa jenis tanaman. ZPT yang dipergunakan untuk memun­culkan bunga di luar musim antara lain adalah: NAA, Auxin, Gibberelin, Pak­lo­butrazol dan Po­tasium Klorat (KClO3).
Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), adalah jens ZPT yang mempunyai kegunaan men­dorong pembungaan serem­pak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm disem­prot­kan ke seluruh bagian tanaman terutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga.
Auxin secara khusus jarang diper­dagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per miligramnya yang sangat mahal. Tergolong dalam bahan laboratorium yang bisa didapatkan di toko bahan kimia. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, per­tumbuhan akar pada stek batang, mem­perpanjang titik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.
Gibberelin sebelumnya juga terma­suk bahan laboratorium yang mahal dan dipergunkan dalam dosis kecil seperti auxin, tapi kini sudah banyak di jual di pasaran da­lam bentuk suspensi, dengan merk antara lain: ProGibb dan Super Gib. Apabila meng­inginkan Gibberelin murni bisa diperoleh di toko bahan kimia dengan kode GA3 atau GA6. Gibberelin berfungsi membuat tanaman berbunga sebelum waktu­nya, membuat tanaman buah besar-besar tanpa biji, membuat tanaman jadi rak­sasa, mem­percepat tumbuhnya biji dan tunas dan merangsang aktivitas kambium. Baik auxin maupun gibberelin lebih cocok diper­gunakan untuk tanaman semusim seperti cabe, melon, semangka dan labu.
Paklobutrazol di pasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cultar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetatif dan memacu fase generatif. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas, daun menge­riting dan pertumbuhan vegetatif dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. Terbukti efektif dipergunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.
Potasium Klorat (KClO3). Bahan kimia yang masih saudara dekat dengan bahan peledak yang dipakai Amrozi cs. dalam bom Bali ini, pada dosis tertentu telah terbukti dapat memunculkan bunga. Keberhasilan percobaan pembungaan yang dilakukan di Thailand, kini telah dipergunakan secara masal untuk komo­ditas lengkeng (Dimo­carpus longan) dan leci (Litchi chinensis).
Selain ZPT-ZPT tersebut di atas, ada juga produk untuk memunculkan buah off-season yang disajikan secara terpadu. Komposisi tidak hanya mengandung ZPT tetapi juga asam amino, unsur makro NPK dengan perbandingan tertentu dan mikro (Mg, Mn, B, Zn) yang dibutuhkan tanaman pada saat pembungaan dan pengisian buah. Ini dilakukan untuk memastikan pada saat tanaman dibuahkan di luar musim tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Merk dagang di pasaran ada berbagai macam seperti, untuk mem­buahkan lengkeng ada Formula Narin yang berasal dari Thailand atau Farmpion Booster dan Champion buatan Malaysia, yang bisa didapatkan di toko-toko per­tanian seperti: Hortimart AgroCenter Bawen-Semarang dan Trubus-Ungaran.
Syarat Pasca Aplikasi.
Pasca aplikasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Tanaman harus tercukupi air, Pemupukan bunga-buah yang tepat (waktu, komposisi & dosis), Sanitasi lingkungan dan Pengendalian hama dan penyakit. Sebenarnya pem­buahan di luar musim adalah pekerjaan berat bagi tanaman, sebab metabolisme dalam tubuh tanaman akan berubah -dari vegetatif ke generatif- dan berjalan dengan cepat. Hal itu yang menjadikan syarat agar air, nutrisi, sanitasi dan kesehatan tanaman harus terpenuhi.
Air diperlukan untuk tranpor nutrisi (hara) dari akar hingga proses fotosistesis yang berlangsung lebih cepat dengan kuantitas lebih banyak dari biasanya, mengingat hasil fotosintesis berupa pati dan fruktosa diproduksi dalam jumlah besar untuk pengisian buah. Pupuk kompos dan pupuk anorganik dengan komposisi Nitrogen rendah dan Fosfor-Kalium tinggi (misal NPK 10-30-30) diper­lukan untuk mendukung pem­ben­tukan bunga-buah. Pupuk kompos se­baiknya diberikan dua bulan sebe­lum aplikasi dilakukan de­ngan jumlah -untuk ta­naman umur 3 tahun- minimal 20 kg. Sedang pupuk anorganik diberikan dua kali lebih banyak daripada saat tanaman tidak berproduksi, untuk tanaman umur 3 tahun diberikan NPK nitrat 40 gr tiap 30 hari x 5 kali aplikasi, dengan cara diko­corkan dengan 5 liter air diantara pangkal batang dan batas tajuk terluar.
Berikutnya sanitasi dilakukan de­ngan cara membersihkan gulma total yang berada di bawah tajuk tanaman, sedang gulma/rumput di luar tajuk cukup dibabat 2-3 cm agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Hama yang dapat menggagalkan pembentukan bunga-buah adalah kutu putih yang hidup sebagai parasit pada pupus dan daun muda, ulat hijau kecil penggerek pupus dan lalat buah yang bertelur pada bakal buah. Untuk kutu putih dan ulat hijau dapat dibasmi dengan insektisida dengan perekat, sedangkan untuk lalat buah dijebak dengan perang­kap/lem berbahan aktif metil eugenol, merk di lapangan adalah Petrogenol, ATP, Laila dan Cherry Glue. Sebab apabila lalat buah tidak segera ditangkap, ia akan merontokkan buah, bertelur pada bakal buah dan larvanya akan kita temui di dalam buah yang sudah matang.

Sebenarnya pemenuhan syarat pasca aplikasi inilah yang paling penting berhu­bungan dengan kelangsungan hidup dan kesehatan tanaman. Terapkan tek­nologi ini dengan bijaksana agar tanaman Anda berbuah lebat dan pohon tetap sehat. 

Teknik paku pada buah mangga

Kenapa mangga susah berbuah?

pertanian pohon mangga

Kenapa mangga susah berbuah?

Menanam pohon mangga sudah tidak asing terdengar, tidak segampang kelihatannya, namun tidak sesulit yang dibayangkan. Nah, jika demikian sebenarnya apakah menanam pohon mangga dikatakan susah atau gampang? Hal itu relatif mengingat ada hal-hal yang memang harus diperhatikan ketika kita ingin menanam pohon mangga. Ada yang menanam pohon mangga dan mendapatkan hasil yang didambakan (pohon mangga berbuah lebat), namun ada yang hasilnya tidak sesuai keinginan. Nah, kenapa mangga susah berbuah? Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika ingin menanam pohon ini.
-          Pohon mangga baik ditanam di tanah dengan tingkat kelembaban sedang, tanah dengan tingakt kelembaban tinggi hanya akan mempercepat produksi daun namun tanpa pertumbuhan buah. Sebaliknya jika ditanam di tanah dengan tingkat kelembaban rendah, akan lebih banyak muncul bunga, namun jika kadar air tidak diperhatikan, maka bunga tersebut tidak akan membentuk bakal buah, jadi harus diperhatikan pengairannya.
-          Ketika akan menanam pohon mangga, disarankan untuk membeli cangkokannya. Kenapa? Karena hasil cangkokan tersebut diharapkan mendapat sifat-sifat bawaan dari pohon sebelumnya.
-          Jika anda memiliki beberapa pohon yang ditanam di pekarangan yang sama, perhatikan jarang antar masing-masing tanaman, karena hal itu akan mempengaruhi masukan air yang akan diserap oleh tumbuhan.
-          Perhatikan pula tentang penyinaran. Pohon mangga memerlukan sinar matahari yang cukup.
-          Keluarkan getah dari pohon mangga. Caranya? Gurat pohon mangga tersebut dengan pisau, arang, atau lainnya. Ada baiknya untuk membuat guratan pada pohon mangga ketika musim buah mangga telah tiba.
-          Lakukan pemupukan untuk merangsang tumbuh kembang bunga dan menjaga ketika telah terbentuk bakal buah , bakal buah tersebut tidak mudah rontok.
-          Tanam paku pada batang dan cabang. Dengan menanam paku pada batang dan cabang, maka akan menghambat peresapan makanan oleh daun, tapi  akan digunakan untuk pembentukan bunga dan buah.

-          Pangkas daun-daun yang tidak produktif. Pemangkasan daun ini juga berfungsi untuk peresapan makanan dari tanah agar lebih digunakan untuk proses pembentukan bunga dan buah.

Wednesday, August 28, 2013

Buah Manggis, Buah Yang Jujur

manggis_daun
Gambar: Buah manggis yang baru matang (terlihat merah)
  bunga_manggis
Gambar: Bunga dari pohon manggis yang menjadi cikal bakal buah manggis
Dirumahku ada pohon manggis yang kata ortuku usianya sudah beberapa ratus tahun, karena seingat mereka ketika masih kecil pohonnya sudah segitu gedenya (kira-kira tingginya -+ 15 meter). Bahkan waktu nenekku masih kecil, pohon manggis itu tingginya sudah seperti sekarang ini. Pohon manggis didekat rumahku ini adalah warisan leluhurku dulu (weiiis….bahasanya leluhur..he..he..he..)., makanya sampai sekarang dipertahankan untuk tidak ditebang karena selain nanamnya susah (lama pertumbuhannya), buktinya ibuku pernah menanam pohon manggis dari bijinya sekira tahun 1993, sekarang tahun 2010 tingginya masih sekira tiga meteran. Manggis juga merupakan buah yang ‘berharga’ karena tidak semua orang punya pohon manggis dikebunnya. Dari semenjak kecil saya sudah familiar dengan pohon manggis, setiap tahunnya mulai berbuah pada akhir-akhir tahun (september-oktober) dan bisa dipanen sekira bulan januari-februari. Keluarga kami merasa bangga masih memiliki pohon manggis. Setiap kali berbuah saya selalu menyempatkan diri untuk memanjatnya, rasanya nikmat sekali bisa memetik buah manggis sendiri, Alhamdulillah masih bisa diberikan kenikmatan oleh Alloh SWT.
Kalau melihat buah manggis, ada beberapa hal yang saya ingat :
1. Kalau sudah matang warnanya kulitnya menjadi merah, bahkan kalau matang sekali warnanya menjadi hitam
2. Rasanya ada manis dan asamnya
3. Warna daging buahnya putih
4. Ada ‘cupatnya’, kalo dalam bahasa indonesianya cupat itu apa ya…? :D pokonya jumlahnya sesuai dengan jumlah daging buahnya, gambarnya ada di bawah ini pokonya :
cupat dagingbuah
Kenapa saya bilang buah manggis, buah yang jujur? karena jumlah ‘cupat’ yang dicangkang sama dengan isi daging buahnya. Kalau enam, isinya pasti enam. Kalau tujuh, isinya pasti tujuh. Coba saja sendiri jika ngga percaya.. :) . Selain buah yang jujur, tampaknya kita mesti mencontoh buah manggis ini, walaupun diluarnya hitam tapi dalamnya putih dan manis lagi. Jadi dengan melihat buah manggis ini bisa saya analogikan bahwa kalau melihat orang itu jangan dilihat dari tampang, pakaian, jabatan, hartanya atau cangkangnya saja….ada hal yang lebih penting lagi yaitu isi, dalam hal ini hatinya, niatnya.
Sekian…mudah-mudahan dari buah manggis yang kita kenal ada hikmahnya bagi kita semua…Amiiin…. :)

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 70.000

 

Menikmati Segarnya Buah Markisa


100_2769
100_2770
100_2891
Bagi sebagian orang, buah markisa mungkin jarang yang memakannya langsung atau paling tidak hanya menikmati sari buahnya yang bisa kita
beli di supermarket yang sudah dikemas dalam botolan. Saat ini saya baru merasakan buah markisa yang dipetik sendiri dari pohonnya langsung yang ditanam didepan rumah. Jenis buah markisa yang ditanam dirumah saya adalah markisa kuning atau menurut bahasa latinnya
adalah Passiflora edulis f. flavicarpa Degner. Karena selain markisa kuning ada juga markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims). Diantara kedua jenis markisa tersebut, markisa kuning itu memiliki rasa yang sangat asam ketimbang markisa ungu yang memiliki rasa yang manis.
Setelah saya mecoba buah pertama yang dipetik dari pohon markisa dan langsung saya seduh dalam sebuah gelas, memang rasanya asam sekali
kalau nggak di tambahkan sedikit gula. Menurut saya ini sangat cocok sekali bagi mereka yang membutuhkan asupan vitamin C yang tinggi, karena menurut beberapa sumber yang saya baca pun memang memberikan keterangan seperti itu terutama sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang sariawan, flu atau lainnya. Kebetulan ketika saya meminum sari buah markisa ini cuaca lumayan cerah sehingga menambah rasa segar ketika saya meminumnya…:D
Menurut beberapa sumber, katanya buah markisa ini bukan buah asli Indonesia alias aslinya berasal dari luar (Amerika Selatan) dan cocok ditanam pada daerah yang beriklaim tropis termasuk di Indonesia…(makanya bisa tumbuah subur dirumahku…hehe).
So..bagi anda yang berminat menanamnya coba saja cari benihnya (biasanya dari biji), kemudian sediakan lahan yang tidak usah terlalu luas kemudian buat tiang-tiang dari bambu yang nantinya akan dilalui oleh pohon markisa tersebut. Sebetulnya pohon markisa yang tumbuh didepan rumahku itu tadinya mau dipindahkan karena masih berada dalam pot kecil, eh ternyata keburu menjalar dan berbuah jadinya dibiarkan apa adanya….:D
Sekali lagi bagi anda yang memiliki lahan sempit pun jangan berkecil hati, itu bisa kita manfaatkan untuk menanam sesuatu yang bermanfaat termasuk menanam pohon markisa yang nantinya bisa kita petik hasilnya.
Selamat mencoba dan rasakan kesegarannya serta kebanggaan ketika kita memetik buah hasil tanam sendiri.
Wassalam…semoga bermanfaat.

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran. Kami menyediakan Bibit Tanaman size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 

Tuesday, August 27, 2013

Jambu bol

 

Jambu bol (atau jambu kepal dan jambu merah) adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian karena bol (bahasa Melayu) atau bool (bahasa Sunda) berarti "pantat".
Nama-nama daerahnya di antaranya jambu bo, jambu jambak (Min.), jambu bool (Sd.), nyambu bol (Bl.), jambu bolo (Mak.), jambu bolu (Bug.). Juga, jambu darsana, dersana, tersana (Jw., Md.); kupa maaimu (Sulut); nutune, lutune, lutu kau, rutuul (Mal.) dan lain-lain.[1]
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: ‘berasal dari Malaka’) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya.



Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Rasanya ada yang manis, ada yang asam, ada pula yang sepat. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Namun bisa pula kita gunakan buah yang belum masak sebagai rujak.[2] Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. [4]
Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang. Bahkan, pada zaman Hindia Belanda dahulu, jambu bol pernah diusahakan besar-besaran. Namun kini, dia hanya digunakan sebagai tanaman pekarangan saja. Sastrapradja et al (1980) beralasan bahwa "... karena tidak adanya peremajaan sehingga banyak pohon tua yang mati dan tidak produktif." Di antara ketiga jenis spesies berikut ini -jambu batu (Psidium guajava), jambu air (Syzygium aquaeum), jambu semarang (Syzygium samarangense),- jambu bol termahal di antara ketiganya.[2]
Kulit batangnya digunakan sebagai obat seriawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH



Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 

Uniknya Jambu Bol.

Jambu bol (jambu kepal dan jambu merah) adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan yang merupakan tanaman buah tahunan yang Berasal dari kawasan Indo-Cina, Malaysia, Filipina, Indonesia.
Literatur lain menyimpulkan bahwa jambu bol berasal dari Malaysia.
Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian karena bol (bahasa Melayu) atau bool (bahasa Sunda) berarti "pantat".
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: ‘berasal dari Malaka’) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya.

Kegunaan
Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan.
Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang.
Kulit batangnya digunakan sebagai obat seriawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.
Asal usul dan penyebaran
Asal usul pohon buah ini tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi jambu bol ditanam luas sejak lama di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Jawa. Karena manfaatnya, jambu bol kini ditanam di banyak negara tropis, termasuk di negara-negara Karibia seperti Jamaika serta Trinidad dan Tobago.
Di Indonesia penyebaran jambu bol terkonsentrasi di Pulau Jawa. Nama daerah jambu bol adalah jambu ripu (Aceh), dharsana (Madura), jambu bol(Sunda, batak, lampung), Myambu bol (Bali), Jambu bo (Minangkabau), jambu boa(Jambi) dan maufa (Nias).

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 






Jambu Bol Jamaica ( Syzygium malaccense)



Jambu Bol
Hei, teman-teman, kamu pernah makan buah jambu? Jambu air? Jambu klutuk? Kalau jambu bol? Hehehe, yah itulah aku jambu bol. Aku juga termasuk keluarga jambu , lho, masih satu famili dengan buah-buahan yang aku sebutkan tadi.
Namaku kedengaran aneh untuk bahasa daerah tertentu. Yup, bol dalam bahasa Melayu itu artinya bokong. Dinamakan seperti itu karena bentuk tubuhku lebih gendut dibandingkan saudaraku, jambu air .
Apalagi tubuhku di bagian bawah, terlihat lebih lebar, sekilas jadi mirip bokong beneran.
Berbunga Cantik
Bunga jambu bol
Cantik sekali bunga tanaman jambu bol! Foto: Wikipedia
Sepertinya namaku ini kurang enak didengar. Tapi, siapa sangka jika aku memiliki satu bagian yang indah.
Saat berbunga, aku menjadi bunga berwarna merah. Bunga itu seperti dipenuhi dengan jarum-jarum merah yang lembut.
Bunga itu tumbuh merekah membuat serangga jatuh hati padaku. Hmm, bukan hanya serangga, manusia pun tak tahan untuk memetik bungaku.
Tidak jarang pula, bungaku dijadikan hiasan di bagian ruang tamu milik mereka.
Berkhasiat untuk Kesehatan
jambu bol
Jambu bol lebih gendut dari jambu air. Foto; Kidnesia
Nah, sekarang giliran kamu melihat bagian dalam tubuhku.
Belah saja tubuhku menjadi dua bagian. Daging putih dengan biji di tengah langsung terlihat.
Tak jauh bedanya dengan jambu-jambu yang lain. Rasanya pun manis tapi terasa lebih lembut. Ingin mencicipi? Ambil saja yang kulitnya berwarna merah tua.
Orang-orang lebih mudah menemukan aku di pasar-pasar yang ada di Bogor.
O, iya, kalau kamu suka rujak, ambilah aku! Campurkan dengan bumbu rujak, hehehe. Bisa juga kamu hidangkan aku bersama asinan.
Oiya, jangan sia-siakan kulit batangku, yah. Mereka berkhasiat sebagai obat sariawan.
Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 

Buah Jeruk nan menggemaskan ..

 

 

 

 

Jeruk ( citrus sp.)

Jeruk ( Citrus sp.) merupakan salah satu jenis tanaman buah eksotis khas tropis dengan warna buah kuning, oranye, dan hijau yang menggoda kita untuk mencicipinya. Buah jeruk kaya akan kandungan vitamin C dan betakaroten yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Bisa tumbuh dari ketinggian 1 – 1200 dpl bergantung pada jenis/ varietasnya. Tanaman sudah banyak dibudidayakan oleh kita sejak ratusan tahun yang lalu. Bisa dijadikan usaha budidaya agrobisnis dangan membuka lahan perkebunan jeruk atau bagi mereka yang suka berkebun untuk ditanam dipekarangan rumah sebagai penghias halaman anda dan juga bagi mereka yang suka akan koleksi tabulampot.

Tersedia berbagai varietas jeruk diantaranya : jeruk lemon, bali, kasturi, kintan, kip, primong, limo, lemon tea, mandarin, purut, sunkist, siam, keprok, nipis dan lain-lain.

Spesifikasi bibit tanaman:
Asal bibit : vegetatif ( sambung, okulasi)
Tinggi : 40 - 60 cm
Media tanam dalam polybag dengan komposisi tanah, sekam bakar berikut nutrisi dan pupuk.

 

 

 

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH



Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 


 

Jenis Rambutan Manis

 

 

 

Rambutan ( Nephelium lappaceum )

Rambutan ( Nephelium lappaceum) adalah salah satu nama pohon berbuah khas tropis ( Tropical Fruits) . Pohon rambutan ini mudah dikenali dari buahnya yg mempunyai ciri khas berambut ( Hairy Fruits) dengan cita rasa buah dengan daging yg bertekstur lembut, renyah, kenyal serta rasanya yang manis dan ada juga yang asam-manis dengan aroma yang menggugah selera kita. Warna buah : merah dan kuning.

Pohon rambutan bisa berbuah mulai umur 5-8 tahun ( asal biji) sedangkan bibit asal vegetatif ( sambung, cangkok, okulasi) bisa mulai berbuah pada umur 2-4 tahun.

Tersedia bibit rambutan dengan berbagai varietas seperti :
Binjai, rapiah, aceh, lebak bulus, dan sebagainya.

Spesifikasi bibit tanaman:
Asal bibit : vegetatif ( sambung, okulasi)
Tinggi : 50 - 70 cm
Media tanam dalam polybag dengan komposisi tanah, sekam bakar berikut nutrisi dan pupuk.
 

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

 



 

DURIAN MANTAP


DURIAN (Durio Ziberthinus)

Durian, merupakan salah satu buah primadona di Indonesia. Buah yang memiliki bau yang khas ini, ternyata digemari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Selain buahnya dapat dinikmati langsung, buah yang sudah diolah menjadi berbagi macam makanan, seperti es krim, biskuit, dodol dan sebagainya pun tak kalah nikmatnya. Oleh sebab itu, bibit tanaman durian banyak dicari oleh para pemilik kebun maupun penggemar tanaman buah-buahan. 
Sampai saat ini, sudah terdapat lebih dari 50 varietas durian unggul dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, hanya beberapa varietas saja yang sering dikembangkan, seperti varietas Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Perwira, Bokor, Lay, D-24, Ajimah, Hepe, Chanee, Matahari, Monthong dan sebagainya.
Pohon durian pada umumya membutuhkan ketersediaan air yang cukup, sehingga banyak tumbuh di daerah yang memiliki 7 - 10 bulan basah serta 2 - 4 bulan kering dengan curah hujan 1.500 - 2.500 mm/tahun. Kebutuhan intensitas matahari yang dibutuhkan sekitar 40 - 50% dengan suhu udara ideal sekitar 22 - 29 C dan ketinggian optimal berkisar 400 - 600 m di atas permukaan laut. Namun, pohon durian juga bisa ditanam di dataran rendah dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Jika ditanam di dataran tinggi, waktu berbunganya lebih lambat dibandingkan dengan durian yang ditanam di dataran rendah.
Perbanyakan bibit durian dapat dilakukan dengan cara okulasi dan sambung pucuk dengan batang bawah yang berasal dari biji (generatif), terutama berasal dari varietas lokal yang memiliki sistem perakaran yang kuat. Sementara itu, batang atasnya berasal dari varietas yang bersifat unggul. Sebaiknya perbanyakan dilakukan di tempat terlindung agar mencapai tingkat keberhasilan yang optimal.
Durian dapat ditanam di pekarangan atau di kebun komersial. Untuk perkebunan komersial, perlu diperhatikan analisis kondisi fisik, kimia dan biologi tanah, penetapan waktu dan jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, dan pengaturan volume produksi.
Jarak tanam yang umum adalah 8 x 8 m atau 10 x 10 m, tergantung varietas dan pola tanam. Waktu tanam ideal adalah pada awal musim hujan. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm untuk tanah gembur dan 100 x 100 x 100 cm untuk tanah berat dan berbatu. Saat membuat lubang, tanah bagian atas ditempatkan di kanan lubang, kemudian campur dengan 10 kg pupuk kandang dan 10 kg dolomit, tanah bagian bawah di sebelah kiri lubang. Biarkan terbuka selama 2 - 4 minggu, kemudian kembalikan tanah bagian bawah terlebih dahulu dan disusul tanah bagian atas. Setelah 1 minggu lubang tanam ditutup. Penanaman bibit bisa dilakukan pada awal atau menjelang musim hujan.
Lakukan pemupukan dari sejak awal pertumbuhan hingga tahun ketiga menggunakan pupuk NPK dengan kadar N tinggi, pemupukan dengan pupuk kandang hanya sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Penyiraman dilakukan sejak awal pertumbuhan hingga tanaman berproduksi. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman setiap hari, setelah berumur 1 bulan, volume penyiraman bisa dikurangi menjadi 3 kali seminggu, terutama pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Waktu penyiraman sebaiknya di pagi hari.
Umumnya, durian berbunga pada bulan September - November. Waktu panen tergantung pada varietas dan asal bibit. Untuk durian lokal yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk, umur bibit 8 - 10 tahun sudah mulai berbunga. Untuk durian genjah seperti varietas chanee dan monthong, sudah dapat menghasilkan buah pada umur 4 - 5 tahun sejak ditanam dengan bibit yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk.
Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Varietas monthong sekitar 125 - 135 hari setelah bunga mekar, sedangkan chanee sekitar 110 - 116 hari setelah bunga mekar.


Durian Monthong


Durian Varietas Baru

Durian Mo San King


Durian Gundul








JUAL BIBIT TANAMAN BUAH



Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini   size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 70.000

 




DURIAN (Durio Ziberthinus)

Durian, merupakan salah satu buah primadona di Indonesia. Buah yang memiliki bau yang khas ini, ternyata digemari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Selain buahnya dapat dinikmati langsung, buah yang sudah diolah menjadi berbagi macam makanan, seperti es krim, biskuit, dodol dan sebagainya pun tak kalah nikmatnya. Oleh sebab itu, bibit tanaman durian banyak dicari oleh para pemilik kebun maupun penggemar tanaman buah-buahan. 
Sampai saat ini, sudah terdapat lebih dari 50 varietas durian unggul dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, hanya beberapa varietas saja yang sering dikembangkan, seperti varietas Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Perwira, Bokor, Lay, D-24, Ajimah, Hepe, Chanee, Matahari, Monthong dan sebagainya.
Pohon durian pada umumya membutuhkan ketersediaan air yang cukup, sehingga banyak tumbuh di daerah yang memiliki 7 - 10 bulan basah serta 2 - 4 bulan kering dengan curah hujan 1.500 - 2.500 mm/tahun. Kebutuhan intensitas matahari yang dibutuhkan sekitar 40 - 50% dengan suhu udara ideal sekitar 22 - 29 C dan ketinggian optimal berkisar 400 - 600 m di atas permukaan laut. Namun, pohon durian juga bisa ditanam di dataran rendah dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Jika ditanam di dataran tinggi, waktu berbunganya lebih lambat dibandingkan dengan durian yang ditanam di dataran rendah.
Perbanyakan bibit durian dapat dilakukan dengan cara okulasi dan sambung pucuk dengan batang bawah yang berasal dari biji (generatif), terutama berasal dari varietas lokal yang memiliki sistem perakaran yang kuat. Sementara itu, batang atasnya berasal dari varietas yang bersifat unggul. Sebaiknya perbanyakan dilakukan di tempat terlindung agar mencapai tingkat keberhasilan yang optimal.
Durian dapat ditanam di pekarangan atau di kebun komersial. Untuk perkebunan komersial, perlu diperhatikan analisis kondisi fisik, kimia dan biologi tanah, penetapan waktu dan jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, dan pengaturan volume produksi.
Jarak tanam yang umum adalah 8 x 8 m atau 10 x 10 m, tergantung varietas dan pola tanam. Waktu tanam ideal adalah pada awal musim hujan. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm untuk tanah gembur dan 100 x 100 x 100 cm untuk tanah berat dan berbatu. Saat membuat lubang, tanah bagian atas ditempatkan di kanan lubang, kemudian campur dengan 10 kg pupuk kandang dan 10 kg dolomit, tanah bagian bawah di sebelah kiri lubang. Biarkan terbuka selama 2 - 4 minggu, kemudian kembalikan tanah bagian bawah terlebih dahulu dan disusul tanah bagian atas. Setelah 1 minggu lubang tanam ditutup. Penanaman bibit bisa dilakukan pada awal atau menjelang musim hujan.
Lakukan pemupukan dari sejak awal pertumbuhan hingga tahun ketiga menggunakan pupuk NPK dengan kadar N tinggi, pemupukan dengan pupuk kandang hanya sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Penyiraman dilakukan sejak awal pertumbuhan hingga tanaman berproduksi. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman setiap hari, setelah berumur 1 bulan, volume penyiraman bisa dikurangi menjadi 3 kali seminggu, terutama pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Waktu penyiraman sebaiknya di pagi hari.
Umumnya, durian berbunga pada bulan September - November. Waktu panen tergantung pada varietas dan asal bibit. Untuk durian lokal yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk, umur bibit 8 - 10 tahun sudah mulai berbunga. Untuk durian genjah seperti varietas chanee dan monthong, sudah dapat menghasilkan buah pada umur 4 - 5 tahun sejak ditanam dengan bibit yang berasal dari okulasi atau sambung pucuk.
Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Varietas monthong sekitar 125 - 135 hari setelah bunga mekar, sedangkan chanee sekitar 110 - 116 hari setelah bunga mekar.


Durian Monthong


Durian Varietas Baru

Durian Mo San King


Durian Gundul


BUDIDAYA DURIAN CARA MENANAM DURIAN Durian adalah tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang berbentuk menyerupai duri. Sentra produksi durian di Indonesia adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Pulau Kalimantan merupakan pusat keanekaragaman varietas durian. Varietas durian yang direkomendasikan untuk dibudidayakan adalah Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, Matahari dan Hepe. Klasifikasi Ilmiah Tanaman Durian Kingdom : Plantae - Plants Subkingdom : Tracheobionta - Vascular plants Superdivision : Sperrnatophyta - Seed plants Division (phylum) : Magnoliophyta - Flowering plants Kelas : Magnoliopsida - Dicotyledons Subkelas : Dilleniidae Order : Malvales Keluarga : Bombacaceae - Kapok-tree family Genus : Durio Adanson - durio Spesies : Durio zibethinus Murray – durian MORFOLOGI POHON DURIAN Durian merupakan tanaman tahunan, tetapi tunas-tunas baru hanya tumbuh pada waktu tertentu (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Pohon durian tumbuh tegak dengan ketinggian dapat mencapai 30–40 m tergantung spesiesnya. Kulit batang berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan dengan tajuk tanaman yang lebar. Daun tanaman durian berbentuk lonjong 10-17 cm × 3-4,5 cm dengan tulang daun menyirip, terletak berseling dan bertangkai dengan ujung daun meruncing. Bagian atas daun berwarna hijau terang sampai gelap serta bagian bawahnya tertutup sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu halus. Bunga tumbuh di batang (cauliflorous) atau di pangkal percabangan yang sudah tua (proximal), berkelompok membentuk rangkaian yang berisi 3-10 helai. Kuncup bunganya membulat, sekitar dengan diameternya 2 cm dan bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung dengan panjang 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 bagian berbentuk bulat telur. Mahkota berjumlah 5 helai, berwarkan keputih-putihan sampai merah muda. Benang sarinya terbagi ke dalam 5 berkas, kepala putik berbentuk kapsul, dengan tangkai berbulu. Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya. Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya. Buah durian berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang dapat mencapai 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan. Buah berkembang setelah terjadi penyerbukan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah saja yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri setelah masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian. Setiap buah memiliki lima ruang, yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji yang berbentuk lonjong, berwarna merah muda kecoklatan dan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan durian disebut juga ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan daging buah tebal, karena daging buah inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan daging buah tebal. MANFAAT BUAH DURIAN Buah durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada daging buahnya, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun perlu di ingat juga bahwa makan buah durian dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolesterol dalam durian juga cukup tinggi. Disisi lain buah durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh. Buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian. Buah durian mengandung mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi. Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz) Durian (Durio zibethinus) Energi : 615 kJ (147 kcal) Karbohidrat : 27.09 g Lemak : 5.33 g Protein : 1.47 g Air : 65g Vitamin C : 19.7 mg (33%) Potassium : 436 mg (9%) CARA BUDIDAYA DURIAN Pemilihan Lokasi Budidaya Durian Tanaman durian akan tumbuh optimal pada ketinggian 50 - 600 mdpl dengan intensitas cahaya 40-50 %, suhu 22-30 0C, dan curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Lama bulan basah 9-10 bulan pertahun. Musim kering lebih dari 3 bulan akan menggangu pematangan buah durian. Akan tetapi, musim kering 1-2 bulan saja justru akan merangsang pembungaan lebih baik. Tanah yang cocok adalah lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7. Selain itu tanaman durian memerlukan tanah yang dalam dengan drainase baik karena akar durian peka terhadap rendaman air. Perbanyakan Tanaman Durian Perbanyakan durian di desa-desa pada umumnya dengan menggunakan biji (perbanyakan generatif). Perbanyakan dengan biji juga biasa dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya bakal kecambah mati. Dengan demikian biji durian harus segera disemaikan setelah buah dibuka. Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun pada budidaya durian secara intensif pembuahan dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang biasa digunakan adalah pencangkokan, penyusuan, penyambungan samping (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik okulasi merupakan teknik yang paling sering dilakukan untuk perbanyakan vegetatif. Saat ini beberapa penangkar durian sudah mencoba menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun. Selain itu durian juga memungkinkan untuk diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan). Pengolahan Tanah Budidaya Durian Tanah dibersihkan dari sisa-sisa batang serta kayu tanaman sebelumnya. Pembersihan gulma juga harus dilakukan agar tanaman yang baru ditanam tidak terganggu oleh gulma tersebut. Setelah itu dilakukan pembajakan dan pencangkulan agar tanah menjadi gembur. Bila drainainase kurang baik, perlu dibuat parit-parit di sekitar kebun. Penanaman bibit durian dilakukan menjelang musim hujan. Apabila tanah areal pertanaman terlalu asam, maka perlu dilakukan pengapuran. Jika penanaman dilakukan pada skala luas di tempat terbuka, maka diperlukan tanaman pelindung seperti lamtoro, turi, gamal, sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan. Pembuatan Lubang Tanam Pada Budidaya Durian Buat lubang tanam ukuran 70 x 70 x 60 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 kg kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam setelah itu tanah bagian bawah dimasukkan kedalam lubang tanan (di atas tanah bagian atas) dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam. Penanaman Bibit Durian Penanaman yang ideal dilakukan pada awal musim hujan dengan cara menggali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik atau keranjang pembungkus tanah dengan hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik cair atau agensia hayati untuk menopang pertumbuhannya. Jarak tanam 10 X 10 m atau 12 X 12 m. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, pada waktu penanaman bibit sebaiknya kita beri naungan untuk menghindari sengatan matahari, guyuran hujan yang lebat juga untuk melindungi tanaman muda dari terjangan angin kencang. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutupi dengan dengan jerami kering agar kelembaban tanah tetap stabil. Naungan bisa dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan. Pemeliharaan Tanaman Durian Penyiraman Pada Budidaya Durian Pada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari saat musim kemarau. Pada saat tanaman berbuah penyiraman dilakukan 1 – 3 kali seminggu di musim kemarau. Kekurangan air akan mengakibatkan kerontokan buah. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari. Penyiangan Pada Budidaya Durian Penyiangan dilakukan untuk menghindari perebutan unsur hara dan cahaya matahari antara tanaman utama dengan gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu penyiangan juga bertujuan untuk menjaga kelembaban areal budidaya durian sekaligus untuk mengurangi inang hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tanaman durian. Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada akar tanaman. Pemupukan Pada Budidaya Durian Pemupukan dilakukan dengan cara menggali tanah sebagai tempat pemupukan di bawah tajuk tanaman. Penggalian tanah jangan terlalu dalam karena dapat merusak perakaran. Pupuk ditabur merata di bawah tajuk tanaman dan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan pada fase awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan menggunakan pupuk NPK dengan kadar Nitrogen tinggi. Waktu pemupukan sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Dosis pemupukan per-tanaman yaitu, umur 1 tahun 500 g NPK + 100 g urea, umur 2 tahun 1 kg NPK + 200 g urea, umur 3 tahun 1,5 kg NPK + 300 g urea, umur 4 tahun 2,5 kg NPK. Pupuk organik padat perlu ditambahkan sebanyak 20 – 40 kg/tanaman setiap tahun. Pemberian pupuk kandang bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kimia. Untuk menghindari kerontokan buah, pemupukan juga perlu dilakukan pada saat tanaman berbunga dengan dosis 3 kg NPK 15-15-15 + 500 g kalsium per-tanaman. Pemangkasan Pada Budidaya Durian Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, cabang atau ranting yang tumbuh vertikal, cabang atau ranting yang tumbuh ke arah batang utama, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas. Penyerbukan Pada Budidaya Durian Bungan durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga sangat sedikit serangga yang dapat menyerbuki. Jadi tidak mengherankan jika tidak semua bunga bisa menjadi buah. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pembuahan perlu dilakukan penyerbukan buatan dengan cara menyapukan kuas halus pada bunga yang telah mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya ditanami satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan beberapa varietas lain. Perawatan Buah Durian Penyeleksian buah dilakukan setelah buah durian berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik dengan jarak ideal antara buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Buah yang sudah mencapai ukuran optimal harus diikat menggunakan tali rafia, agar buah yang telah mencapai matang sempurna tidak jatuh ke tanah, tetapi menggantung pada tali yang sudah dipasang. Pemanenan Buah Durian Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 – 5 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Panen dilakukan dengan menunggu buah yang sudah matang jatuh dan menggantung pada tali yang sudah dipasang. Cara lain penen buah durian yaitu dengan memetik atau memotong buah di pohon menggunakan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. Buah yang dipetik langsung, dianginkan 1-2 hari, kemudian diperam. Hama Penyakit Durian

Sumber : http://www.tanijogonegoro.com/2013/03/budidaya-durian.html
Terima kasih Anda telah menghargai karya kami dengan tidak menghapus link sumbernya.
gara yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang berbentuk menyerupai duri. Sentra produksi durian di Indonesia adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Pulau Kalimantan merupakan pusat keanekaragaman varietas durian. Varietas durian yang direkomendasikan untuk dibudidayakan adalah Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, Matahari dan Hepe. Klasifikasi Ilmiah Tanaman Durian Kingdom : Plantae - Plants Subkingdom : Tracheobionta - Vascular plants Superdivision : Sperrnatophyta - Seed plants Division (phylum) : Magnoliophyta - Flowering plants Kelas : Magnoliopsida - Dicotyledons Subkelas : Dilleniidae Order : Malvales Keluarga : Bombacaceae - Kapok-tree family Genus : Durio Adanson - durio Spesies : Durio zibethinus Murray – durian MORFOLOGI POHON DURIAN Durian merupakan tanaman tahunan, tetapi tunas-tunas baru hanya tumbuh pada waktu tertentu (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Pohon durian tumbuh tegak dengan ketinggian dapat mencapai 30–40 m tergantung spesiesnya. Kulit batang berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan dengan tajuk tanaman yang lebar. Daun tanaman durian berbentuk lonjong 10-17 cm × 3-4,5 cm dengan tulang daun menyirip, terletak berseling dan bertangkai dengan ujung daun meruncing. Bagian atas daun berwarna hijau terang sampai gelap serta bagian bawahnya tertutup sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu halus. Bunga tumbuh di batang (cauliflorous) atau di pangkal percabangan yang sudah tua (proximal), berkelompok membentuk rangkaian yang berisi 3-10 helai. Kuncup bunganya membulat, sekitar dengan diameternya 2 cm dan bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung dengan panjang 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 bagian berbentuk bulat telur. Mahkota berjumlah 5 helai, berwarkan keputih-putihan sampai merah muda. Benang sarinya terbagi ke dalam 5 berkas, kepala putik berbentuk kapsul, dengan tangkai berbulu. Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya. Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya. Buah durian berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang dapat mencapai 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan. Buah berkembang setelah terjadi penyerbukan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah saja yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri setelah masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian. Setiap buah memiliki lima ruang, yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji yang berbentuk lonjong, berwarna merah muda kecoklatan dan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan durian disebut juga ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan daging buah tebal, karena daging buah inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan daging buah tebal. MANFAAT BUAH DURIAN Buah durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada daging buahnya, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun perlu di ingat juga bahwa makan buah durian dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolesterol dalam durian juga cukup tinggi. Disisi lain buah durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh. Buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian. Buah durian mengandung mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi. Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz) Durian (Durio zibethinus) Energi : 615 kJ (147 kcal) Karbohidrat : 27.09 g Lemak : 5.33 g Protein : 1.47 g Air : 65g Vitamin C : 19.7 mg (33%) Potassium : 436 mg (9%) CARA BUDIDAYA DURIAN Pemilihan Lokasi Budidaya Durian Tanaman durian akan tumbuh optimal pada ketinggian 50 - 600 mdpl dengan intensitas cahaya 40-50 %, suhu 22-30 0C, dan curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Lama bulan basah 9-10 bulan pertahun. Musim kering lebih dari 3 bulan akan menggangu pematangan buah durian. Akan tetapi, musim kering 1-2 bulan saja justru akan merangsang pembungaan lebih baik. Tanah yang cocok adalah lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7. Selain itu tanaman durian memerlukan tanah yang dalam dengan drainase baik karena akar durian peka terhadap rendaman air. Perbanyakan Tanaman Durian Perbanyakan durian di desa-desa pada umumnya dengan menggunakan biji (perbanyakan generatif). Perbanyakan dengan biji juga biasa dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya bakal kecambah mati. Dengan demikian biji durian harus segera disemaikan setelah buah dibuka. Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun pada budidaya durian secara intensif pembuahan dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang biasa digunakan adalah pencangkokan, penyusuan, penyambungan samping (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik okulasi merupakan teknik yang paling sering dilakukan untuk perbanyakan vegetatif. Saat ini beberapa penangkar durian sudah mencoba menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun. Selain itu durian juga memungkinkan untuk diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan). Pengolahan Tanah Budidaya Durian Tanah dibersihkan dari sisa-sisa batang serta kayu tanaman sebelumnya. Pembersihan gulma juga harus dilakukan agar tanaman yang baru ditanam tidak terganggu oleh gulma tersebut. Setelah itu dilakukan pembajakan dan pencangkulan agar tanah menjadi gembur. Bila drainainase kurang baik, perlu dibuat parit-parit di sekitar kebun. Penanaman bibit durian dilakukan menjelang musim hujan. Apabila tanah areal pertanaman terlalu asam, maka perlu dilakukan pengapuran. Jika penanaman dilakukan pada skala luas di tempat terbuka, maka diperlukan tanaman pelindung seperti lamtoro, turi, gamal, sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan. Pembuatan Lubang Tanam Pada Budidaya Durian Buat lubang tanam ukuran 70 x 70 x 60 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 kg kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam setelah itu tanah bagian bawah dimasukkan kedalam lubang tanan (di atas tanah bagian atas) dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam. Penanaman Bibit Durian Penanaman yang ideal dilakukan pada awal musim hujan dengan cara menggali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik atau keranjang pembungkus tanah dengan hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik cair atau agensia hayati untuk menopang pertumbuhannya. Jarak tanam 10 X 10 m atau 12 X 12 m. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, pada waktu penanaman bibit sebaiknya kita beri naungan untuk menghindari sengatan matahari, guyuran hujan yang lebat juga untuk melindungi tanaman muda dari terjangan angin kencang. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutupi dengan dengan jerami kering agar kelembaban tanah tetap stabil. Naungan bisa dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan. Pemeliharaan Tanaman Durian Penyiraman Pada Budidaya Durian Pada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari saat musim kemarau. Pada saat tanaman berbuah penyiraman dilakukan 1 – 3 kali seminggu di musim kemarau. Kekurangan air akan mengakibatkan kerontokan buah. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari. Penyiangan Pada Budidaya Durian Penyiangan dilakukan untuk menghindari perebutan unsur hara dan cahaya matahari antara tanaman utama dengan gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu penyiangan juga bertujuan untuk menjaga kelembaban areal budidaya durian sekaligus untuk mengurangi inang hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tanaman durian. Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada akar tanaman. Pemupukan Pada Budidaya Durian Pemupukan dilakukan dengan cara menggali tanah sebagai tempat pemupukan di bawah tajuk tanaman. Penggalian tanah jangan terlalu dalam karena dapat merusak perakaran. Pupuk ditabur merata di bawah tajuk tanaman dan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan pada fase awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan menggunakan pupuk NPK dengan kadar Nitrogen tinggi. Waktu pemupukan sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Dosis pemupukan per-tanaman yaitu, umur 1 tahun 500 g NPK + 100 g urea, umur 2 tahun 1 kg NPK + 200 g urea, umur 3 tahun 1,5 kg NPK + 300 g urea, umur 4 tahun 2,5 kg NPK. Pupuk organik padat perlu ditambahkan sebanyak 20 – 40 kg/tanaman setiap tahun. Pemberian pupuk kandang bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kimia. Untuk menghindari kerontokan buah, pemupukan juga perlu dilakukan pada saat tanaman berbunga dengan dosis 3 kg NPK 15-15-15 + 500 g kalsium per-tanaman. Pemangkasan Pada Budidaya Durian Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, cabang atau ranting yang tumbuh vertikal, cabang atau ranting yang tumbuh ke arah batang utama, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas. Penyerbukan Pada Budidaya Durian Bungan durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga sangat sedikit serangga yang dapat menyerbuki. Jadi tidak mengherankan jika tidak semua bunga bisa menjadi buah. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pembuahan perlu dilakukan penyerbukan buatan dengan cara menyapukan kuas halus pada bunga yang telah mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya ditanami satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan beberapa varietas lain. Perawatan Buah Durian Penyeleksian buah dilakukan setelah buah durian berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik dengan jarak ideal antara buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Buah yang sudah mencapai ukuran optimal harus diikat menggunakan tali rafia, agar buah yang telah mencapai matang sempurna tidak jatuh ke tanah, tetapi menggantung pada tali yang sudah dipasang. Pemanenan Buah Durian Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 – 5 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Panen dilakukan dengan menunggu buah yang sudah matang jatuh dan menggantung pada tali yang sudah dipasang. Cara lain penen buah durian yaitu dengan memetik atau memotong buah di pohon menggunakan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. Buah yang dipetik langsung, dianginkan 1-2 hari, kemudian diperam.

Sumber : http://www.tanijogonegoro.com/2013/03/budidaya-durian.html
Terima kasih Anda telah menghargai karya kami dengan tidak menghapus link sumbernya.