Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Tuesday, August 27, 2013

Geliat Tanaman Rambat


Geliat Tanaman Rambat
Banyak orang memilih tanaman rambat untuk mempercantik dinding pekarangan, pergola, atau pagar. Ada banyak sekali jenisnya yang bisa dipilih. Mulai yang berdaun indah, sampai yang berbunga menarik. Ditanam di pot juga cantik, lho.
Banyak tanaman yang termasuk tanaman rambat. Keindahan mereka ada pada kerimbunannya, bentuk daunnya, maupun warna dan rupa bunganya. Biasanya tanaman rambat dipakai untuk mempercantik dinding pekarangan, atau pergola dan pagar. Untuk halaman yang tak terlalu luas, tanaman merambat bisa juga ditanam di pot.
Ada kelebihan tanaman rambat yang ditanam di dalam pot. "Kalau di pot menjaga laju pertumbuhannya lebih gampang," papar Agus Martono dari Omat Wit Nursery. Hal ini tentu saja jadi mempermudah perawatan, dan juga lebih murah. "Kalau untuk areal tanah yang luas kan dibutuhkan tanaman yang lebih banyak, dan perawatan yang lebih rumit. Jadi biayanya lebih mahal."
Bunganya Cantik
Untuk tanaman rambat yang berbunga, ada banyak pilihan jenis yang layak pilih. "Saya saja memiliki kurang lebih 30 macam tanaman rambat. Mulai dari Quisqualis indica, air mata kucing, mandevilla, atau tanaman-tanaman morning glory. Yang terakhir disebut saat ini lagi banyak sekali peminatnya."
Umumnya, kunci dari memelihara tanaman rambat adalah sinar matahari yang cukup. "Tentu saja harus ada rambatannya. Entah itu di pergola, dinding, kawat, atau kayu," imbuh Agus.
Agar tumbuh subur, gunakan media tanam tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 atau 2:1. "Jika udara lembap, biasanya daun tanaman dihinggapi hama kutu putih. "Semprotkan pembasmi hama ke tempat menempelnya hama. Kalau hanya satu buah, potong saja daunnya."
Tips:
1. Sering dipangkas. Dengan rajin dipangkas, akan keluar tunas baru. Pohon dan bunganya pun semakin rimbun. Perhatikan jenis tertentu yang justru tidak boleh dipangkas.
2. Pangkas samping. Yang dipangkas jangan batang utama tapi batang bagian samping.
3. Beri pupuk. Seperti manusia, tanaman juga perlu gizi yang berasal dari pupuk.
4. Ketahui jenisnya. Sebelum membeli tanaman, ketahui dulu jenis tanaman tersebut. Apakah cocok di dataran tinggi atau rendah, berbunga berapa bulan sekali, dan butuh perawatan bagaimana.

JUAL BIBIT TANAMAN BUAH

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Pohon ini  size 50 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 50.000

Friday, January 25, 2013

Bibit tanaman hias Bayam Merah




Bayam merah sering digunakan untuk menampilkan warna merah di bagian ground cover, memiliki daun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna merah atau merah tua. Suhu udara yang sesuai untuk tanaman ini berkisar antara 16 - 20 derajat C. Cara perawatannya adalah dengan di pangkas dan jika terkena penyakit maka perlu dilakukan penyulaman dengan mengganti tanaman dengan yang baru (dicabut dan diganti dengan yang baru).

JUAL BIBIT TANAMAN HIAS

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Bayam Merah  size 20 cm - 50 cm, polibag 15 Harga Rp 5000

 

Bibit Bunga Mawar

Cara Merawat Tanaman Mawar

 

Agar bunga mawar berbunga banyak dan kontinyu, lakukan beberapa hal penting berikut :* Beri Makan dan minum secara teratur.
 Makanan berupa pupuk khusus tanaman mawar atau jika tidak ada beri kompos atau humus.  Pemupukan dilakukan menjelang musim semi atau kalo di indonesia saat akhir musim hujan, menjelang musim semi.
Beri makan lagi setiap 2 bulan selama periode berbunga.  Saya biasa menggunakan pupuk organik khusus mawar, terkadang juga kotoran sapi dan kotoran ayam yg sudah jadi (sudah kering dan terkomposisi / bukan yg masih baru).
Beri minum yg banyak sesuai yg sudah saya tulis di atas.
* Gemburkan tanah dan cabut gulma / tanaman liar. 
 Bahan organik ini bisa berupa cacahan kulit pohon, cacahan daun2an,   potongan rumput yg dipangkas, jerami, potongan sayuran buangan dari dapur.  Mulching ini menghindari tumbuhnya tanaman liar, mengurangi frekwensi penyiraman karena kelembaban tanah terjaga, bahan2nya akan terlomposisi dan menjadi    humus yang bagus untuk tanaman.  Mulching di musim dingin menjadi pelindung untuk mawar dari terpaan salju dan hawa dingin.
 * Memangkas Mawar.
Pemangkasan mawar tergantung jenis mawar.  Mawar antik / mawar kuno gak boleh dipangkas pada musim semi karena mawar jenis ini bunganya dihasilkan dan cabang2 yg dihasilkan dari tahun sebelumnya.  Kalo dipangkas pada musim semi maka bunga yg dihasilkan akan sedikit atau malah tidak berbunga sama sekali.
Mawar merambat / climbing rose / rosier grimpant pada 2 tahun pertama tidak boleh dipangkas karena akan membuat tanaman itu tidak menghasilkan cabang2 yang panjang dan merambat.  Pangkas atau buang cabang yg kering, yang mengarah ke dalam tanaman dan ranting yang bunganya telah layu.  Buang juga ranting dengan daun yang menguning.
Lebih jauh tentang pemangkasan mawar akan saya tuliskan tersendiri di waktu yang akan datang.
* Mencegah dan mengobati penyakit mawar

Bila tanah subur dan lobang tempat tanam dibuat dalam, maka mawar akan jarang sakit.  Penyakit yang umum pada mawar adalah Marsonia (bercak hitam), Oidium dan karat daun.  Bila itu terjadi saya hanya memberi makan tanaman, dan membuang daun2 yang sakit (dipotong, dikumpulkan dan dibakar).  Untuk pencegahan saya menyemprotkan cairan preles (bahan organik).
Hama mawar berupa kutu daun(di Prancis disebut puceron), yang memakan pucuk muda dan kuncup bunga.  Saya atasi dengan memencet kutu tsb.  Kalo kebanyakan biasanya saya pake campuran air savon de marseille (sabun marseille yaitu sabun organik) dan sesendok minyak sayur / olive oil).  Saya semprotkan cairan ini dan selang 3 hari kemudian disemrotkan lagi untuk mematikan kutu2 yang masih tersisa.
* Membuang “Gourmand”.

Pada tanaman mawar yang menggunakan teknik grafting, terkadang muncul tunas yang keluar dari batang bawah. Tunas ini di sebut Gourmand.  Kita bisa mengenali gourmand ini karena bentuk dauannya yang kecil, berbeda dengan daun mawar yang dipakai sebagai batang atas.  Buangi dan matikan gourmand itu karena kalo dibiarkan akan mendominasi mawar dan mematikan mawar batang atas.
 

JUAL BIBIT TANAMAN HIAS

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Bunga Mawar Merah  size 80 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 30.000

 

Bibit Tanaman Hias Sirih Gading

Tanaman Cantik  Sirih Gading


Mudah, murah, hasilnya membuat ruang tampil lebih segar dan menyenangkan.
Yuk, kita dandani ruang supaya tampil lebih asri! Kehadiran tanaman hijau akan membawa suasana baru yang menyenangkan ke dalam ruang. Tak perlu membeli, manfaatkan saja tumbuhan di pekarangan, misalnya sirih gading.
Tanaman sirih gading bisa hidup dengan baik dalam tanah atau air. Namun lebih praktis jika Anda menjadikan air sebagai media tanamnya. Selain lebih bersih, Anda juga tak perlu setiap hari menyiraminya dengan air.
Jangan lupa, sirih gading yang berada di dalam ruangan perlu diberi kesempatan untuk mendapatkan sinar matahari, minimal setiap 14 hari sekali.
Tak memiliki wadahnya? Manfaatkan teko atau gelas koleksi Anda. Cuci bersih wadah tersebut sebelum digunakan. Selanjutnya, isi dengan air hingga mencapai setengah tinggi botol itu.
Potong sirih gading bersama akar atau batangnya. Tempatkan ke dalam wadah hingga sebagian tangkai atau batangnya itu terendam di dalam air.

Anda juga bisa memanfaatkan botol air mineral yang sudah tak terpakai, sebagai wadah tanaman sirih gading itu. Potong setengah tinggi botol air mineral, gunakan bagian bawahnya untuk wadah. Selanjutnya tinggal diisi air dan sirih gading.
Supaya terlihat lebih menarik, tempatkan botol air mineral tersebut ke dalam wadah yang cantik. Misalnya, pot dari rotan. Dengan demikian, wajah botol air mineral pun tak terlihat.
Tatalah tanaman itu di atas meja kopi atau side table di ruang tamu dan ruang keluarga. Letakkan juga di sudut meja wastafel kamar mandi, di atas top table atau rak kitchen set , pun terlihat cantik!
Sekarang lihatlah hasilnya. Ruang-ruang di rumah Anda terlihat lebih hijau, segar dan menyenangkan. Selamat mencoba!


JUAL BIBIT TANAMAN HIAS

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Sirih Gading size 80 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 30.000

 

Bibit Adenium

Tanaman Cantik Banyak Manfaat 


Adenium trivius
Tanaman satu ini dikenal karena keindahan daun dan bunganya. Tapi, seringkali ia tak mau berbunga. Bagaimana mengatasinya?
Seorang penggemar berat adenium mengeluh, “Kenapa bunga adenium saya jadi kusam dan daunnya layu, ya?” Padahal, sambungnya, “Dulu rajin berbunga, lo. Bunganya pun cerah, merah tua dengan kombinasi putih di bagian tengah. Yang paling eksotis bonggolnya, gede berbenjol-benjol, menggelembung.” Belum lagi pemupukan yang tak pernah telat, juga penyemprotan pestisida. “Tapi kenapa adenium saya tak lagi seperti dulu?” tanyanya lagi.

Selidik punya selidik, tanaman adenium itu ternyata sedang “sakit.” Terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan tanaman dengan kondisi ruang lingkungan pot yang ada. Akar-akarnya sudah semakin besar dan lebat, batangnya juga makin membesar, sementara kondisi ruang gerak-hidup dan ketersediaan nutrisi amat terbatas. Akar-akar tadi telah memenuhi bagian atas media. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya adenium akan mogok berbunga. Daunnya pun tak lagi hijau segar.

Terjadilah persaingan. Berebut hara. Berebut ruang gerak-hidup. Berebut sinar matahari. Akhirnya jumlah daun makin sedikit, tumbuhnya lambat, layu, dan akhirnya menguning. Pertumbuhan tunas dan cabang juga sangat lambat. Yang lebih parah, bunga ngambek, tak mau lagi muncul.

Ya, meski pemupukan rajin dilakukan, namun media tanam yang sudah “tua”, katakan saja lebih 2 tahun, membuatnya tak layak lagi mengolah nutrisi. Pendek kata, media tanamnya sudah rusak. Jadi, dipupuk dengan pupuk apa saja, dan sebanyak apa pun, tidak akan menyuburkan tanaman. Solusinya, media tanam itu perlu diganti. Lakukan repotting, ganti pot lama dengan pot baru, termasuk media tanamnya.

Bagaimana cara melakukan repotting adenium? Simak 5 langkah berikut:

1. Siapkan Pot Baru
Pilih pot baru dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pot lama. Jangan lupa untuk memilih “pot bonsai” agar bonggol adenium terlihat indah di atas media. Bentuk pot ada yang bundar, ada pula yang oval. Perhatikan jarak antara bibir pot dengan pangkal batang, yang ideal sekitar 8 – 10 cm. Dengan jarak selebar itu, di samping gerakan akar lebih leluasa, juga lebih indah dipandang.

2. Ganti Media Tanam
Adenium termasuk tanaman zerofit. Artinya, cocok hidup di daerah kering. Untuk itu, ia membutuhkan media yang berongga (porous). Itu berarti, adenium tidak menyenangi media yang kuat mengikat air. Bisa-bisa akarnya malah membusuk. Jadi, gunakan media porous antara lain coco peaf (serbuk sabut kelapa), arang sekam padi, pasir kasar, pecahan arang kayu, pecahan batu apung, dan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah matang.

Tersedia sekurang-kurangnya 3 pilihan media sebagai berikut: (a) Campuran pecahan batu apung berdiameter 0,25-0,50 cm, lalu arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, (b) Campuran pasir kasar, arang sekam, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1; dan (c) Campuran pasir kasar, coco peaf dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

Jangan lupa, dasar pot diberi arang kayu kira-kira seperempat tinggi pot agar air tidak mampat. Barulah kemudian media tanam dimasukkan ke dalam pot baru hingga memenuhi setengah dari tinggi pot.

3. Keluarkan dari Pot Lama
Keluarkan tanaman adenium dari dalam pot lama. Caranya, siramlah tanaman, lalu dinding pot diketuk-ketuk melingkar. Setelah itu, jungkirkan posisinya sembari menahan tanaman. Yang penting, jaga jangan sampai tanaman rusak, misalnya akarnya terputus.

Siram akar-akarnya hingga tanah yang menempel jadi larut. Lalu, potong akar-akar yang sudah tua, tapi sisakan sekitar 2 – 3 cm. Gunakan gunting tajam agar tidak mengotak jaringan akar.

4. Rendam Pestisida
Akar yang sebagian dipotong, tentu akan meninmbulkan luka. Nah, dari luka itulah ada kemungkinan akan memicu tumbuhnya jamur. Jadi, bagian akar dan bonggol tanaman tersebut direndam dalam pestisida guna menolak datangnya jamur. Misalnya dengan pestisida Agrimex, Mansote, atau Dagonil. Perendaman cukup 15 menit.

5. Tanam Pot Baru
Sesudah direndam pestisida, batang adenium diangkat, lantas dimasukkan ke dalam pot baru yang telah disiapkan. Tutup dengan media tanam yang masih tersisa hingga setinggi leher pot. Berikutnya, tanaman adenium disiram air bersih.

Usai repotting, tanaman adenium sebaiknya diletakkan di tempat teduh dan terlindung dari hujan. Pasalnya, adenium yang baru saja direpotting biasanya cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Setelah sekitar 2 minggu, adenium boleh diletakkan di tempat yang terbuka atau panas.

WASPADA SERANGAN SANG LABA-LABA
Dewasa ini ada 3 hama yang “akrab” dengan tanaman adenium. Apa saja dan bagaimana mengendalikannya?
 IMG 20121025 00821 300x224 Hujan, Apa jadi penghalang untuk kita menanam Adenium...?
1. Spider Myte
Orang menyebutnya “laba-laba merah” (Spider Myte). Ia sejenis tungau yang amat kecil dan warnanya merah. Sasaran pokoknya daun-daun adenium. Akibatnya, daun menjadi layu, pucat, lalu berubah cokelat. Selanjutnya, daun menjadi keriting dan rontok, dan bila dibiarkan tanaman bisa mati.

Jika serangan masih ringan, cepat-cepat singkirkan tanaman yang diserang. Atau pangkas daun-daun yang sudah dilahap laba-laba merah. Namun, jika serangan sudah berat, semprot dengan pestisida, seperti Omnite atau Kelthane. Dosis dan frekuensi penyemprotan sesuai petunjuk yang ada. Atau disemprot tiga kali seminggu, dengan dosis setiap penyemprotan 1 cc per 1 liter air.

2. Fungus Gnats
Nama kerennya Fungus Gnats, namun juga akrab dipanggil “lalat hitam.” Hama lalat ini amat kecil. Saat masih wujud larva, ia merusak akar dan batang adenium. Setelah dewasa berupa lalat, bidikannya lebih tertuju pada kuncup bunga adenium sebelum bunga itu mekar. Tandanya, ada bintik-bintik hitam di seputar kuncup bunga, lalu kuncup itu membusuk. Kalau sudah begini, atasi dengan pestisida Benlate atau Dithane, dengan dosis 1 cc per 1 liter air. Lakukan saban hari sampai lalat hitam itu punah.

3. Mealybug
Hama Mealybug adalah kutu kecil berwarna putih. Jika diamati, mirip tepung putih ketika sudah menyebar. Biasanya, Mealybug menyerang daun dengan cara mengisap cairan daun tersebut. Lama kelamaan, daun pun rusak dan pertumbuhan tunas terhenti. Akhirnya, daun-daun rontok, tanaman mati.

Ada baiknya serangan kutu putih ini dipantau sejak dini. Bila serangan masih ringan, segera potong daun-daun yang terserang, lalu bakar. Namun, jika serangan sudah menghebat, semprot dengan pestisida, seperti Malathion, Dimacide, atau Pegasus dengan dosis dan frekuensi penyemprotan sesuai petunjuk pada label.

 

JUAL BIBIT TANAMAN HIAS

Okulasi dan Cangkokan tersedia dalam berbagai ukuran, kami menyediakan Bibit Tanaman Adenium size 80 cm - 100 cm, polibag 40 Harga Rp 30.000